Cinta, percaya diri, optimisme

Cinta.  Ini yang dikatakan sebagian orang sebagai salah satu modal sukses dalam hidup.  Cinta pada pekerjaan, cinta keluarga, cinta lingkungan, cinta pada tempat kerja, dll.   Banyak dikatakan bahwa kerja keras-lah modal sukses.  Namun saya rasa kerja keras sulit dilakukan untuk sesuatu yang tidak kita cintai.  Kita perlu melakukan kerja dengan cinta, dan kita perlu mencintai pekerjaan kita.  Saya sendiri pernah menjalani waktu yang cukup lama di mana saya merasa kesulitan untuk bekerja keras, pada suatu pekerjaan yang memang kurang saya sukai.  Hal ini cukup membuat frustasi.  Ketika kita ingin menghasilkan suatu karya, dan kita berusaha untuk bekerja keras mendapatkan hasil itu, kurangnya minat atau kecintaan kita pada pekerjaan itu membuat kita melakukannya tanpa antuasiasme, tidak disertai joy (rasa senang).  Akhirnya, hasil yang kita dapatkan mungkin kurang memuaskan.

Saya kira, ada dua cara mendapatkan kecintaan pada pekerjaan.  Yang pertama adalah, mencari pekerjaan yang disukai.  Ini berpulang pada pribadi masing-masing.  Ada yang senang dengan pekerjaan seni, ada yang senang dengan pekerjaan keterampilan, sosial, mekanik, dll.  Cara yang kedua adalah, berusaha mencintai pekerjaan.  Ini kalau kita dikondisikan untuk menerima pekerjaan yang sebetulnya kurang kita sukai (misalnya karena dorongan ekonomi, atau tak ada pilihan lain, dll). Rasa cinta kita dapatkan dengan cara lebih mengenal pekerjaan tersebut, hal-hal yang menarik darinya, atau orang-orang yang kita sukai yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut, dll.  Hal ini bisa berhasil bisa tidak.  Kalau tidak berhasil, ya tidak ada salahnya untuk mencari pekerjaan lain yang lebih cocok. 

Percaya diri.  Ini katanya sangat penting dalam meraih sukses.  Percaya bahwa kita mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, percaya bahwa kita mampu meraih prestasi dalam pekerjaan kita.  Seringkali berbagai kesalahan atau kegagalan membuat kita merasa kurang percaya diri.  Atau mungkin kekurangan yang kita rasakan dalam diri kita.  Baik fisik maupun sifat.  Bagaimana cara meraih kepercayaan diri?  Mungkin bisa dimulai dengan mengingat-ingat keberhasilan-keberhasilan yang kita raih selama ini.  Ingat-ingatlah, walaupun mungkin kecil. Misalnya kita juara kelas di SD dulu, atau juara badminton di RT, atau juara gambar se-kecamatan.  Syukur-syukur kalau kita meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Masuk ITB dan/atau lulus dari ITB adalah suatu prestasi yang harus selalu kita syukuri seumur hidup kita.  Jadi, percaya diri ada hubungannya dengan berfikir positif.  Fikirkanlah selalu hal-hal yang positif dari diri kita. Kalaupun ada kekurangan, kegagalan, lihatlah dengan cara pandang positif.  Misalnya bahwa  ‘kegagalan adalah sukses yang tertunda’, atau bahwa ’orang yang berani bercita-cita harus berani gagal’, dsb.   

Optimisme.  Adalah yakin bahwa kita mampu meraih masa depan yang gemilang. Mampu meraih cita-cita kita.  Mampu menjadi pemenang dalam hidup.  Mampu meraih apa yang kita inginkan dalam hidup.  Optimisme juga berhubungan dengan kekuatan visi kita.  Kita yakin bahwa selama kita berusaha sekuat tenaga, dengan seluruh energi yang kita punya, maka insya Allah apa yang kita cita-citakan akan terwujud.  Optimisme juga berarti kita percaya dan yakin pada kasih sayang Allah, kemurahan Allah, rahmat Allah.  Kita percaya bahwa dengan kerja keras dan do’a, Allah akan mengabulkan harapan dan cita-cita kita.  Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu mencintai pekerjaan, percaya diri, dan optimis dalam kehidupan.  Amien. 

 Wallahu a’lam. 

Leave a Reply