Sedikit Cerita Banjir
Tidak beda dengan Jakarta, sebenarnya Amerika sekarang juga dilanda banjir. Pusat banjirnya ada di negara bagian Missouri, di seputaran Ibu Kotanya St. Louis. Bedanya, kalau di Jakarta lebih banyak disebabkan oleh hujan dan banjir kiriman dari Bogor, kalau di Missouri disebabkan oleh luapan sungai.
Seperti kita pelajari di mata pelajaran IPU (Ilmu Pengetahuan Umum) di SD, kita mengenalnya Missisipi adalah sungai terbesar di Amerika, yang memanjang dari utara hinggi membuang airnya ke selatan ke teluk Meksiko. Sementara, ada lagi sungai Missouri yang biasanya dikenal sebagai anak sungai Missisipi. Lebih tepatnya sebenarnya, Sungai Missouri adalah sungai yang terpanjang dan Sungai Missisipi adalah yang terbesar debit airnya. Kedua sungai tersebut bertemu di utaranya St. Louis, tepatnya di perbatasan Negara Bagian Missouri dan Illionis.
Ada sungai lagi yang terkenal, yaitu Meramec. Sungai ini mengalir dari Ozark di tengah-tengah Negara Bagian Missouri dan mengalir menuju sungai Missisipi juga. Sungai Meramec lah yang cukup parah meluapkan airnya tahun ini, terparah sejak tahun 1993. Menenggelamkan banyak tanah pertanian subur, rumah-rumah mewah, jalan-jalan utama. Di beberapa tempat, daerah banjir terlihat seperti lautan. Rumah-rumah mewah terendam hingga tinggal atapnya saja. Lampu-lampu jalanan hanya tinggal terlihat ujungnya saja.
Demikian juga Sungai Missisipi yang tinggal menyisakan jari-jari dan topi sebuah patung manusia yang biasanya tegak berdiri di dekat monumen kebanggaan Missouri, Gateway of Arc. Saat tulisan ini saya buat, belum ada kepastian sampai kapan banjir akan mulai surut. Masih diharapkan akan naik beberapa kaki lagi. Karena es di bagian utara amerika juga masih mencair menambah derasnya debit sungai Missisipi. Presiden Amerika juga sudah mengumumkan bahwa musibah kali ini sebagai bencana nasional.
Adakah hikmah yang bisa kita ambil dari musibah-musibah banjir yang kita alami saat ini? Kesalahan mengolah tata kota, menyebabkan banjir. Namun, alam pun bisa berkehendak terlepas ada tidaknya kesalahan manusia yang bisa dianalisis. Demikianlah Tuhan Yang Maha Berkendak, tanpa menunggu atau menahan kalau memang sesuatu mesti terjadi. Wallahu alam bissawab.
March 23rd, 2008 at 9:54 pm
Menarik tulisannya Mas, menambah wawasan kita, khususnya tentang lingkungan dan alam. Jadi ternyata masalah banjir bukan hanya masalah negara berkembang ya. Hikmahnya mungkin manusia gak boleh sombong, merasa mampu menguasai alam. Harus mampu hidup dan mengembangkan peradaban dengan tetap selaras alam. Hanya Allah Yang Maha Menguasai segala sesuatu.