Archive for November, 2007

bikin buku tea yuk

Tuesday, November 27th, 2007 by Tedjakusuma

Salam, 

Menyambut ajakan Landung buat nulis di blog ini, saya coba deh dikit-2..

Udah disinggung di milis tentang penulisan buku..  Yuk kita mulai nulis , tentang pemikiran-2 kita tentang indonesia.. apa sajalah, tentang ekonomi, politik, sains, teknologi, lingkungan, dll. .

Saya sendiri sedang tertarik dengan tema ‘waste to energy’.. intinya gimana mengkonversi limbah menjadi energi..udah banyak juga tulisan-2 mengenai hal ini, dan beberapa tempat sudah melaksanakan.. banyaknya mereka memanfaatkan zat organik dari sampah untuk dikonversi secara biologis (menggunakan mikroba) menghasilkan metan yang bisa dipake sebagai bahan bakar buat masak, bahkan bisa untuk listrik.. beberapa tempat di Indonesia sudah bisa memanfaatkan kotoran sapi untuk menghasilkan metan.. limbah cair juga bisa, tapi belum tau sih sejauh mana efisiensi dsb..

Kalau dikembangkan penelitian tentang ini bagus juga untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus sebagai alternatif energi.. saya belum tau bagaimana aplikasi teknologi ini di negara-negara berkembang lain, tapi di negara maju seperti US sudah ada instalasi pengolahan limbah yang menghasilkan energi seperti itu..

Nah, kembali ke bikin buku itu, yuk kita sama-sama nulis.. apa saja tentang Indonesia.. atau mungkin beberapa teman sudah ada yang bikin artikel atau bahkan buku ya.. sok atuh di-sharing di sini, mudah-mudahan kumpulan tulisan kita nanti bisa dipublikasikan, minimal untuk angkatan kita, lebih jauh lagi untuk ITB, atau bahkan bisa dipublikasikan ke publik..

Kira-kira judul atau temanya nanti mungkin “Menatap Masa Depan Indonesia: serangkai sumbangan pemikiran dari alumni ITB angkatan 89″.. nah asik gak tuh… :) Atau mungkin ada alternatif judul lain yang lebih asik…

Oya bagus kalau buku itu nanti bisa diterbitkan di acara reuni 20 tahunan kita  (sekitar Agustus 2009)..

Yuk gitu dulu, ditunggu deh responnya.

Nuhun, wassalam,

Teddy

Pameran Produk Organik di Prancis (1)

Thursday, November 15th, 2007 by Myr

Terinspirasi dengan adanya ide tentang sayur mayur dari mas Djono dan topik komersialnya mas Landung, jadi ingin ikutan berbagi cerita tentang kegiatan yang juga selalu saya tunggu-tunggu di tempat saya tinggal: pameran produk-produk organik, yang akan berlangsung tanggal 23-26 November mendatang di Lyon.

Macaron Bio

(Credit Image: Forum Pain Bio)

Setiap tahun kegiatan yang menyajikan pameran produk-produk organik dan workshop lingkungan dan alternatif selalu diselenggarakan secara reguler di sejumlah kota di Prancis. Selain bertujuan memperkenalkan produksi organik serta informasi gaya hidup ramah lingkungan, acara ini juga berfungsi sebagai ajang promosi dan pertemuan antara produsen, artisan atau transformer produk olahan, distributor serta tentu saja konsumen di wilayah tersebut.

(more…)

Black Friday is Coming

Tuesday, November 13th, 2007 by Landung

Ada yang belum pernah dengar Black Friday? Saya pengin sedikit cerita pengalamanku. Tahun ini Black Friday jatuh pada tanggal 23 November. Sehari setelah ThanksGiving.

Black Friday itu menandai musim berbelanja di US selama holiday season. Kata ‘Black’ terkait dengan istilah pembukuan, kalau Red membukukan kerugian, kalau Black membukukan keuntungan. Jadi retailers di US pada memanfaatkan momen yang luar biasa ini.
Hampir setiap toko melakukan discount besar-besaran dan aneka promosi pada hari itu. Para calon pembeli sudah siap mengantri. Tidak tanggung-tanggung ngantrinya, yaitu kalau Toko buka jam 6.00 di Hari Jumat pagi, mereka pada ngantri sejak jam 12 malam. Boleh percaya atau tidak, namun kenyataannya begitu. Kalau suhunya dingin, mereka pada pakai jaket dan mantel sambil gelaran tikar.

Terutama di toko-toko elektronik, seperti Circuit City dan Best Buy, dijamin antrian ada yang lebih dari 100 meter di emperan toko. Antriannya meliuk-liuk sampai di depan emperan toko lainnya.

Biasanya, toko elektronik memberikan discount yang lumayan. Dari mulai Laptop, camera, PC, HDTV, External HD, Flash Memory, dll. Promosinya misalnya memberikan diskon 50% harga bagi 10 pendatang pertama. Seperti temanku tahun lalu dapat Laptop seharga $300, trus dijual lagi 6 bulan berikutnya di Ebay masih bisa laku $600. Lumayan untuk tombo antri selama 8 jam.
Discount ini bener-berber discount. Tidak seperti yang setiap hari terpampang tulisan discount, tapi hanya sebagai permainan kata-kata saja. Karena kalau discountnya selama Black Friday ini tidak benar, maka mereka pada takut kalau reputasinya turun yang menyebabkan penjualan merosot pada tahun-tahun berikutnya. Promosi saat Black Friday ini sensitif sekali.

Kalau saya sih suka terlibat di suasananya saja. Jadi saya datang paling-paling jam 5.30 pagi bawa istri dan anak. Tahun lalu saya beli yang kecil-kecil saja semacam Flash Memory dan DVD. Saya masih ingat waktu itu beli “Knight’s Tale”. Setelah aku lihat, film ini masuk salah satu favoritku, selain Entrapment, Thomas Crown Affair, The Bandit, Italian Job, Ocean 11-13, Pirate of Caribean, Amadeus Wolfgang Mozart dan Ramadan and Ramona. Selebihnya mungkin film-filmnya Matt Damon ya, kayak The Bourne Identity, Supremacy, dan Ultimatum. Aku Rush Hours suka juga sih… eh kok jadi ngelantur cerita film.

Jadi, minggu depan, merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar penduduk Amerika.

Tentang Terong

Monday, November 12th, 2007 by sri hardjono

Apa hebatnya terong?

Pertanyaan ini saya ajukan kepada beberapa teman ditahap akhir makan siang rame2. Kebetulan sayur lodeh, ayam goreng, kerupuk udang, dan tahu kecap sebagai teman nasi.

Macam2 reaksinya.

Walahh Mas.. wong terong lho kok dibahas..terong ya terong, ga ada hebatnya.. kata seorang kawan sambil ngebetot sempalan terakhir ayam gorengnya.

Ha embuh mas.. barangkali sekedar pelengkap sayur lodeh, bukan sayur lodeh kalo ga pake terong, ujar yg lain.

Mas sri.. mas sri.. sampeyan itu ya aneh2, sudahlah.. kalo ga suka ya singkirkan saja terong kebanggaan sampeyan itu, sahut yang lain lagi.

Pertanyaan tadi muncul gara2 sebagian besar geng saya tadi menyisakan sang terong ketika menyudahi makan siangnya.

Lalu apa hal?

Tentunya terong tidaklah tumbuh sia-sia. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa kesabaran, keuletan tumbuhan tersebut mengangkut dan mengubah mineral sehingga menjadi yang disebut teman saya sebagai pelengkap sayur lodeh tadi sungguh luar biasa. Dedikasinya terhadap nasib sebagai terong dilaksanakan dengan sungguh2, tak pernah ngeluh, engga pernah complain barangkali. Nyatanya terong kita ini tidak pernah bercita-cita jadi durian misalnya.

Seorang kawan pernah cerita bahwa semua pepohonan dimuka bumi ini ber-dzikir setiap saat. Dan memang fully dedicated untuk kehidupan manusia. Wow! Mulia bener manusia ini. Alhamdulillah.

Terong? Termasuk terong, tanpa kecuali.

Saya membayangkan betapa kecewanya para terong tadi ketika seharusnya, pengabdiannya sebagai makhluk hidup nyaris sempurna ketika melewati kerongkongan kita gagal tercapai. Ikhlas-kah para terong tadi menjadi santapan jasad renik di fase terakhir pengabdiannya?

Jangan2 tidak. Jangan2 suatu saat nanti mereka akan menggugat.

Harapan tertinggi para terong barangkali adalah ketika mendarat di lambung manusia kemudian menjadi energi manusia untuk melanjutkan aktivitasnya. Dan itu terong melanjutkan dzikir-nya.

Pertanyaan selanjutnya, kalo memang begitu, apa tanggung jawab kita terhadap para terong tadi? Apa perlu kita jejalkan potongan terong-terong tadi ke mulut geng saya?Apa ya kita kubur baik2 di taman makam pahlawan? Atau kita adakan pengajian khusus untuk para terong? Yak! Berlebihan dan tentu tidak pada tempatnya. Nanti malah dituduh beraliran sesat, memberhalakan terong. Lagian mana ada kerennya memberhalakan terong. Terong gitu lho..??!!

Tapi, apa dong?

Saya punya jawaban sendiri, bisa jadi sangat filosofis, hebat, mengharukan, menggugah rasa ke-terongan kita, mungkin juga biasa-biasa saja, mungkin juga ndeso, wagu, norak. Eit.. jangan nuduh yang bukan2 lho.. saya engga ada ketertarikan khusus terhadap terong walaupun bentuknya lucu dan warnanya unik.

Saya yakin, teman2 tentu punya jawaban masing2. 

Salam

Mulai nge-Blog..

Sunday, November 11th, 2007 by sri hardjono

Terus terang baru kali ini ikut2an nge-blog. Saya tanya-tanya teman yang tukang nge-blog (blogger..??) seberapa bebas kita boleh berekspresi di sebuah blog komunitas..? Apa ada aturan baku tentang redaksional, content, topic, dan lain-lain, dan seterus-nya. Atau atas kesepakatan bersama atau pake common sense aja?

Jawab-nya, ya tergantung Mas, gimana cita2nya blog bersama ini dibangun. Sampeyan yang biasa ngawur, ugal2an, agak ndeso, katrok, sok keren.. ya cari blog yang sesuai dengan karakter sampeyan, biar engga mengganggu yang lain yang terbiasa filosofis, keren betulan, mengkilap, dan sugih..

Laahh.. ya engga mungkin teman2 ku itb 89 yang egaliter, manis2, baik hati dan tidak sombong, akan tega mendepak saya.. wong semangatnya untuk berbagi cerita dan kumpul2 demikian manteb dan menggelora. Yakin ga bakalan ada sekat-sekat baik yang hidup di negri 4 musim, 2 musim, dan 1 musim dan dari berbagai keyakinan teologis serta filosofi kehidupan maupun dari status sosial dan marital, bujangan jomblo, tukang kawin cerai, duda, janda..

 Sebentar Mas, negri 1 musim?

Lha iya Dul, negri-mu ini, selama ini kan cuma kenal 1 musim, musim ruwet. Sudahlah aku tetep mau coba bikin tulisan sekenanya, seenaknya, sengawurnya..

Mas Landung dan teman2 sudah siap terima nasib, kumpul sama yang ndeso, katrok, ugal2an?? Yang jelas bukan saya, wong aslinya saya ya keren, wangi, perlente, rajin ke mesjid (kalo Jumat dan sempat). Ga percaya? Ada benernya juga..

Salam dari Handil. (ga usah dicari dipeta, ga bakalan ada..) 

Djono gd89

Zeitgeist dan Identitas Sebuah Angkatan

Sunday, November 11th, 2007 by Myr

Zeitgeist berasal dari sebuah ekspresi bahasa jerman yang berarti spirit (Geist) sang waktu (Zeit). Ia menandai iklim intelektual dan kultural sebuah era. Konsep Zeitgeist mengacu pada seorang filsuf Jerman Johann Gottfrien Herder, namun paling erat kaitannya dengan filosofi Hegel tentang sejarah. Pada 1769 Hegel menulis sebuah kritik terhadap karya Genius seculi dari philologist Christian Adolph Klotz dan memperkenalkan kata Zeitgeist ke dalam bahasa jerman sebagai terjemahan dari genius seculi (Latin: genius - “guardian spirit” dan saeculi - “of the century“).

Kata ini menjadi sebuah istilah yang mengacu pada etos sebuah masyarakat, mencakup satu atau lebih generasi, dengan mengabaikan perbedaan umur dan latar belakang sosial ekonomi, yang memiliki suatu perspektif atau pandangan tertentu terhadap dunia, yang umum atau dominan pada periode tertentu sebuah progresi sosio-kultural. Zeitgeist adalah pengalaman iklim kultural dominan yang mendefinisikan, khususnya dalam pemikiran Hegelian, suatu era progresi dialektikal masyarakat, atau dunia dalam lingkup yang lebih luas. Menurut Hegel, Zeitgeist selalu berinkarnasi atau wewujudkan dirinya sendiri dalam sebuah Volgeist tertentu (Volk berarti orang atau masyarakat), yang secara persona diwakili oleh seorang hero. Ketika misi sang hero telah terpenuhi, sejarah akan mengabaikannya dan sang Zeitgeist akan ditransfer ke Volgeist lainnya, di mana seorang hero baru akan tampil untuk melengkapi pemahaman akan sang Mahluk “spiritual” tersebut melalui perjalanan sejarah itu sendiri.

Sebagai bagian dari sebuah angkatan dan juga persona, spirit ini bisa diidentifikasi berdasarkan milestone kesadaran (intelektual, spiritual) sepanjang perjalanan kita: misalnya sejak pertama masuk almamater, masa-masa menimba ilmu secara formal, lulus, terjun ke masyarakat, hingga saat ini. Apa yang menjadi dorongan atau motivasi utama, nilai, prinsip, idealisme, pilihan peran atau kiprah profesional, metoda atau alat yang digunakan, style atau gaya hidup, dan sebagainya. Ketika zaman harus berganti, transisi ini dikenali oleh orang-orang yang mengaspirasikan sebuah perubahan.

Jika dilihat secara keseluruhan, baik-buruk yang ada di muka bumi adalah cermin kita bersama. Namun di atas penghakiman benar-salah, yang utama adalah seberapa fluid-kah kita sanggup berubah dan bertransformasi, seberapa sensitif kemampuan kita mengindera pembaruan jika saatnya telah tiba. Dan yang paling penting: cukup beranikah kita memulai sebuah kehidupan baru, masyarakat baru, dunia baru, nilai-nilai yang benar-benar baru jika sang Waktu telah memanggil?

Sebuah puisi indah di bawah ini saya baca tanpa sengaja, terpampang di dinding sebuah kereta underground (metro) di Paris. Buah karya Emily Dickinson, diterjemahkan dari bahasa Prancis kurang lebih maknanya sebagai berikut:

Dunia ini oval
Kita mempelajari air melalui rasa haus,
daratan melalui perjalanan laut,
intesitas dari agitasi,
perdamaian melalui kisah perang,
cinta melalui kematian,
dan burung-burung melalui musim dingin.

Alam adalah alegori yang sempurna. Perubahan warna dedaunan di musim gugur menjadikan pepohonan kaya warna dan nuansa. Namun ini pun tidak berlangsung lama. Daun-daun yang semula hijau satu persatu menjadi kemerahan, kuning, kemudian jingga, mengering akhirnya gugur menjadi lembaran ringan kecoklatan yang melayang tertiup angin. Kemudian pepohonan akan tinggal dahan dan ranting-ranting telanjang, saat di mana dunia vegetasi siap memasuki fase selanjutnya, musim dingin. Berubah seiring zaman adalah seperti melangkah seiring dengan musim yang terus-menerus berganti dan menyatu di dalamnya. Keabadian.

Lyon, akhir pekan, musim gugur | 4:04 am

Autumn by Marlene Snee

(Credit Image: Autumn in Salcey Forest, Northampton by Marlene Snee)

Pelangi 89 !

Sunday, November 11th, 2007 by Myr

Rainbow RoseTerimakasih untuk antusiasme teman-teman yang mendukung hingga terealisasinya ide pembuatan blog ini. Berkat kemajuan teknologi informasi, setelah hampir 20 tahun angkatan 1989 berdiri kita bisa bertemu kembali di sini meskipun secara virtual.

Pertumbuhan dan penggunaan media blog yang semakin meluas di dunia bukan lagi sekedar trend atau mode sesaat (kata siapa tuh? (TM) :). Ada sesuatu yang esensial dan mendalam di balik fenomena blog. Jika kita menyikapinya secara positif menurut saya media blog adalah berkah, yang memungkinkan setiap warna digoreskan di atas kanvas dan setiap kebenaran individu disuarakan. Sesuatu yang bahkan dalam dunia sehari-hari semakin sulit diekspresikan, entah karena topeng sosial, menjaga nama institusi, kendala kultural, atau terperangkap dalam batasan-batasan sains, akademis bahkan religi.

Setiap individu adalah subyek, dan tidak ada satupun suara yang tidak penting jika berasal dari hati nurani. Kita membutuhkan semua keping itu terkumpul sehingga angkatan ini dapat menyajikan sebuah lukisan yang utuh bukan hanya secara intelektual, namun juga sempurna dalam nuansa manusiawi. Jika kekayaan itu bisa digali dan ditemukan kembali, manfaatnya bukan hanya pada individu namun juga untuk bumi dan masyarakat luas.

Selamat bereksplorasi, berekspresi, selamat ngeblog kamerads! Counting down to August 5th, 2009.

(Credit image: Rainbow Rose by Maria Greene)

Awal sebuah perjalanan panjang nan penuh cerita

Saturday, November 10th, 2007 by doly.hutapea

Dear Friends,

Kiranya Blog Kita bersama ini akan mengalami perjalanan panjang nan penuh cerita. Thanks berat untuk teman-teman, Landung cs., yang sudah saat ini sudah menjadikannya suatu awal realita.

Salam hangat dari Medan

Saya kagum pada dia…

Saturday, November 10th, 2007 by Landung

Kalau saya diminta menyebutkan salah satu orang pakar IT yang saya kagumi, saya akan menyebutkan nama “Matt Heaton“. Dia adalah CEO Bluehost, tempat dimana blog ini dihosting.

Bluehost hingga kini selalu menduduki rating teratas di US, diantara hosting provider sejenis. Infrastruktur yang cukup handal, lokasi server yang cukup strategis, dan tak terlepas dari itu semua adalah jiwa bisnis CEOnya, Matt Heaton.

Matt Heaton merupakan pekerja keras, dan selalu memikirkan bagaimana untuk bisa selalu menjadi nomor satu di antara pesaingnya. Responnya begitu cepat terhadap perubahan market. Kata-katanya yang tidak aku lupa adalah bahwa dia senang untuk bersaing secara sehat dengan kompetitornya.  Dia senang melihat bahwa pada akhirnya pemenangnya adalah costumer. Karena dari persaingan yang sehat dan sempurna, costumerlah yang akan mendapatkan pelayanan yang lebih bagus, harga murah, dan fasilitas lebih lengkap.

 Lebih lengkap bisa dibaca di personal blognya di http://www.mattheaton.com/

Saya mencoba mengangkat topik ini sebagai apresiasi terhadap beliau. Berusaha menjadi besar akan lebih mudah terealisasi apabila kita mengenal dan memberikan apresiasi terhadap orang-orang yang turut menjadikan karya kita menjadi nyata.

Selamat atas dibuatnya blog ITB 89

Saturday, November 10th, 2007 by Ruby

Akhirnya ITB angkatan 89 punya blog sendiri. Thanks to Landung yang sudah punya inisiatif ini. Mudah-mudahan media ini bisa rame dan bermanfaat sebagai sarana berbagi ide, pengalaman, maupun sekedar curhat. Bukan cuma gejolak sesaat yang hangat-hangat tahi ayam.