Archive for the ‘Perjalanan’ Category

Sedikit Cerita Banjir

Friday, March 21st, 2008 by Landung

Tidak beda dengan Jakarta, sebenarnya Amerika sekarang juga dilanda banjir. Pusat banjirnya ada di negara bagian Missouri, di seputaran Ibu Kotanya St. Louis. Bedanya, kalau di Jakarta lebih banyak disebabkan oleh hujan dan banjir kiriman dari Bogor, kalau di Missouri disebabkan oleh luapan sungai.

Seperti kita pelajari di mata pelajaran IPU (Ilmu Pengetahuan Umum) di SD, kita mengenalnya Missisipi adalah sungai terbesar di Amerika, yang memanjang dari utara hinggi membuang airnya ke selatan ke teluk Meksiko. Sementara, ada lagi sungai Missouri yang biasanya dikenal sebagai anak sungai Missisipi. Lebih tepatnya sebenarnya, Sungai Missouri adalah sungai yang terpanjang dan Sungai Missisipi adalah yang terbesar debit airnya. Kedua sungai tersebut bertemu di utaranya St. Louis, tepatnya di perbatasan Negara Bagian Missouri dan Illionis.

(more…)

tokoh kemanusiaan di Perancis

Saturday, January 26th, 2008 by madame X

Tokoh kemanusiaan terkenal di Perancis diabab ke-19 ini yg  hendak daku ceritakan dan kukagumi ada dua orang …

Yakni Abbé PIERRE dan Coluche

abbe-pierre.jpgPertama cerita dulu ttg Abbé PIERRE,

Seorang pastor yg meninggal th kemaren tepatnya diusia 94 th. Dia adalah pastor yg menghabiskan waktunya untuk orang orang miskin .Dialah yg mendirikan yayasan EMMAÜS , yakni yayasan yg memberi bantuan tuk orang orang miskin special dibidang perumahan, pakaian dan peralatan kebutuhan lainnya. Perjuangannya ini bermula dari th 1957 dimana saat itu dimusim dingin ada banyak orang orang miskin yg tidak mempunyai tempat tinggal ,meninggal mati kedinginan . Dialah yg berpikir kirtis kala itu …yg dibenaknya berkata ini tidak normal …suatu keadaan yg orang susah nya di biarkan mati terlantar kedinginan sedang kaum kaya dan pemerintahnya tidak ada gerakan apapun tuk melakukan tindakan tuk mengatasi masalah ini. Dia berpikir dengan hatinya, dan hatinyalah yg menggerakan dirinya untuk berteriak sendiri dijalan jalan …meneriakan yel yel penyelamatan tuk orang orang miskin dimusim dingin yg membutuhkan perumahan dimana perlindungan tuk pemanasan tubuh mereka. Dia bertindak sendiri kala itu . tak ada satu pun yg mensponsori atau disponsori. Yg ia katakan hatinya lah yg menggerakkan ini untuk melakukannya.Mungkin saat itu Cuma hatinya lah yg mau membuka diri melihat keadaan sekitar yg lainnya berusaha untuk tutup mata.Ternyata teriakannya ini didengar oleh sekitar yg akhirnya TV meliput gebrakannya tersebut, dan rakyat sekitar melihatnya. Satu satu masuk dlm barisannya untuk ikut bersama dia meneriakan perhatian yg khusus tuk orang orang miskin di perancisnya.Yg akhirnya dia dan groupnya mendirikan yayasan Emmaüs yg diperuntukkan orang orang miskin di perancis. Sarana yg didpt dari mereka ini ; merekalah yg memperjuangkan pada pemerintah untuk menyediakan perumahan darurat untuk orang orang miskin yg tak punya rumah dimusim dinginnya. Mereka yg memperjuangkan perumahan tuk orang orang miskin. Mereka yg mendirikan toko toko peralatan rumah hingga pakaian untuk special orang orang miskinnya ;yg  toko tsb diisi peralatannya dari semua rakyat perancis yg berkeinginan memberi peralatan bekas ke mereka, emmaüsnya untuk mereka berikan kepada orang orang miskin.  (more…)

Beragam Jumat

Friday, December 14th, 2007 by httsan

Masjid Raya AcehSudah dua Jumat berurut terlewati di kota Banda Aceh. Dan ini adalah yang kesekian kalinya ber-Jumat-an di Aceh dalam sepuluh tahun terakhir. Hari ini saat di Masjid BPD Aceh teringat pengalaman beragam “Jumat-an” yang pernah dialami.

Beberapa diantaranya punya cerita yang menarik. Pertama, saat minggu lalu berkesempatan berkunjung dan berteduh di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Ini adalah kunjungan kesekian kalinya dan ada hal yang tidak berubah. Kemegahan gedung tetap terjaga, jika kita lihat dari luar dan juga dari dalam. Dan ada satu hal lagi yang gak berubah sejak kedatangan saya pertama tahun 1997 lalu, yaitu kesibukan merawat gedung…

(more…)

Black Friday is Coming

Tuesday, November 13th, 2007 by Landung

Ada yang belum pernah dengar Black Friday? Saya pengin sedikit cerita pengalamanku. Tahun ini Black Friday jatuh pada tanggal 23 November. Sehari setelah ThanksGiving.

Black Friday itu menandai musim berbelanja di US selama holiday season. Kata ‘Black’ terkait dengan istilah pembukuan, kalau Red membukukan kerugian, kalau Black membukukan keuntungan. Jadi retailers di US pada memanfaatkan momen yang luar biasa ini.
Hampir setiap toko melakukan discount besar-besaran dan aneka promosi pada hari itu. Para calon pembeli sudah siap mengantri. Tidak tanggung-tanggung ngantrinya, yaitu kalau Toko buka jam 6.00 di Hari Jumat pagi, mereka pada ngantri sejak jam 12 malam. Boleh percaya atau tidak, namun kenyataannya begitu. Kalau suhunya dingin, mereka pada pakai jaket dan mantel sambil gelaran tikar.

Terutama di toko-toko elektronik, seperti Circuit City dan Best Buy, dijamin antrian ada yang lebih dari 100 meter di emperan toko. Antriannya meliuk-liuk sampai di depan emperan toko lainnya.

Biasanya, toko elektronik memberikan discount yang lumayan. Dari mulai Laptop, camera, PC, HDTV, External HD, Flash Memory, dll. Promosinya misalnya memberikan diskon 50% harga bagi 10 pendatang pertama. Seperti temanku tahun lalu dapat Laptop seharga $300, trus dijual lagi 6 bulan berikutnya di Ebay masih bisa laku $600. Lumayan untuk tombo antri selama 8 jam.
Discount ini bener-berber discount. Tidak seperti yang setiap hari terpampang tulisan discount, tapi hanya sebagai permainan kata-kata saja. Karena kalau discountnya selama Black Friday ini tidak benar, maka mereka pada takut kalau reputasinya turun yang menyebabkan penjualan merosot pada tahun-tahun berikutnya. Promosi saat Black Friday ini sensitif sekali.

Kalau saya sih suka terlibat di suasananya saja. Jadi saya datang paling-paling jam 5.30 pagi bawa istri dan anak. Tahun lalu saya beli yang kecil-kecil saja semacam Flash Memory dan DVD. Saya masih ingat waktu itu beli “Knight’s Tale”. Setelah aku lihat, film ini masuk salah satu favoritku, selain Entrapment, Thomas Crown Affair, The Bandit, Italian Job, Ocean 11-13, Pirate of Caribean, Amadeus Wolfgang Mozart dan Ramadan and Ramona. Selebihnya mungkin film-filmnya Matt Damon ya, kayak The Bourne Identity, Supremacy, dan Ultimatum. Aku Rush Hours suka juga sih… eh kok jadi ngelantur cerita film.

Jadi, minggu depan, merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar penduduk Amerika.

Zeitgeist dan Identitas Sebuah Angkatan

Sunday, November 11th, 2007 by Myr

Zeitgeist berasal dari sebuah ekspresi bahasa jerman yang berarti spirit (Geist) sang waktu (Zeit). Ia menandai iklim intelektual dan kultural sebuah era. Konsep Zeitgeist mengacu pada seorang filsuf Jerman Johann Gottfrien Herder, namun paling erat kaitannya dengan filosofi Hegel tentang sejarah. Pada 1769 Hegel menulis sebuah kritik terhadap karya Genius seculi dari philologist Christian Adolph Klotz dan memperkenalkan kata Zeitgeist ke dalam bahasa jerman sebagai terjemahan dari genius seculi (Latin: genius - “guardian spirit” dan saeculi - “of the century“).

Kata ini menjadi sebuah istilah yang mengacu pada etos sebuah masyarakat, mencakup satu atau lebih generasi, dengan mengabaikan perbedaan umur dan latar belakang sosial ekonomi, yang memiliki suatu perspektif atau pandangan tertentu terhadap dunia, yang umum atau dominan pada periode tertentu sebuah progresi sosio-kultural. Zeitgeist adalah pengalaman iklim kultural dominan yang mendefinisikan, khususnya dalam pemikiran Hegelian, suatu era progresi dialektikal masyarakat, atau dunia dalam lingkup yang lebih luas. Menurut Hegel, Zeitgeist selalu berinkarnasi atau wewujudkan dirinya sendiri dalam sebuah Volgeist tertentu (Volk berarti orang atau masyarakat), yang secara persona diwakili oleh seorang hero. Ketika misi sang hero telah terpenuhi, sejarah akan mengabaikannya dan sang Zeitgeist akan ditransfer ke Volgeist lainnya, di mana seorang hero baru akan tampil untuk melengkapi pemahaman akan sang Mahluk “spiritual” tersebut melalui perjalanan sejarah itu sendiri.

Sebagai bagian dari sebuah angkatan dan juga persona, spirit ini bisa diidentifikasi berdasarkan milestone kesadaran (intelektual, spiritual) sepanjang perjalanan kita: misalnya sejak pertama masuk almamater, masa-masa menimba ilmu secara formal, lulus, terjun ke masyarakat, hingga saat ini. Apa yang menjadi dorongan atau motivasi utama, nilai, prinsip, idealisme, pilihan peran atau kiprah profesional, metoda atau alat yang digunakan, style atau gaya hidup, dan sebagainya. Ketika zaman harus berganti, transisi ini dikenali oleh orang-orang yang mengaspirasikan sebuah perubahan.

Jika dilihat secara keseluruhan, baik-buruk yang ada di muka bumi adalah cermin kita bersama. Namun di atas penghakiman benar-salah, yang utama adalah seberapa fluid-kah kita sanggup berubah dan bertransformasi, seberapa sensitif kemampuan kita mengindera pembaruan jika saatnya telah tiba. Dan yang paling penting: cukup beranikah kita memulai sebuah kehidupan baru, masyarakat baru, dunia baru, nilai-nilai yang benar-benar baru jika sang Waktu telah memanggil?

Sebuah puisi indah di bawah ini saya baca tanpa sengaja, terpampang di dinding sebuah kereta underground (metro) di Paris. Buah karya Emily Dickinson, diterjemahkan dari bahasa Prancis kurang lebih maknanya sebagai berikut:

Dunia ini oval
Kita mempelajari air melalui rasa haus,
daratan melalui perjalanan laut,
intesitas dari agitasi,
perdamaian melalui kisah perang,
cinta melalui kematian,
dan burung-burung melalui musim dingin.

Alam adalah alegori yang sempurna. Perubahan warna dedaunan di musim gugur menjadikan pepohonan kaya warna dan nuansa. Namun ini pun tidak berlangsung lama. Daun-daun yang semula hijau satu persatu menjadi kemerahan, kuning, kemudian jingga, mengering akhirnya gugur menjadi lembaran ringan kecoklatan yang melayang tertiup angin. Kemudian pepohonan akan tinggal dahan dan ranting-ranting telanjang, saat di mana dunia vegetasi siap memasuki fase selanjutnya, musim dingin. Berubah seiring zaman adalah seperti melangkah seiring dengan musim yang terus-menerus berganti dan menyatu di dalamnya. Keabadian.

Lyon, akhir pekan, musim gugur | 4:04 am

Autumn by Marlene Snee

(Credit Image: Autumn in Salcey Forest, Northampton by Marlene Snee)

Pelangi 89 !

Sunday, November 11th, 2007 by Myr

Rainbow RoseTerimakasih untuk antusiasme teman-teman yang mendukung hingga terealisasinya ide pembuatan blog ini. Berkat kemajuan teknologi informasi, setelah hampir 20 tahun angkatan 1989 berdiri kita bisa bertemu kembali di sini meskipun secara virtual.

Pertumbuhan dan penggunaan media blog yang semakin meluas di dunia bukan lagi sekedar trend atau mode sesaat (kata siapa tuh? (TM) :). Ada sesuatu yang esensial dan mendalam di balik fenomena blog. Jika kita menyikapinya secara positif menurut saya media blog adalah berkah, yang memungkinkan setiap warna digoreskan di atas kanvas dan setiap kebenaran individu disuarakan. Sesuatu yang bahkan dalam dunia sehari-hari semakin sulit diekspresikan, entah karena topeng sosial, menjaga nama institusi, kendala kultural, atau terperangkap dalam batasan-batasan sains, akademis bahkan religi.

Setiap individu adalah subyek, dan tidak ada satupun suara yang tidak penting jika berasal dari hati nurani. Kita membutuhkan semua keping itu terkumpul sehingga angkatan ini dapat menyajikan sebuah lukisan yang utuh bukan hanya secara intelektual, namun juga sempurna dalam nuansa manusiawi. Jika kekayaan itu bisa digali dan ditemukan kembali, manfaatnya bukan hanya pada individu namun juga untuk bumi dan masyarakat luas.

Selamat bereksplorasi, berekspresi, selamat ngeblog kamerads! Counting down to August 5th, 2009.

(Credit image: Rainbow Rose by Maria Greene)