itik, Pemimpin, Kabinet bayangan, Radio internet, Pendidikan, Agama

June 23rd, 2008 by madame X

halo men temens ,cerita lagi yuk.(aku berusaha ngurangi titik titik) cerita mengenai: “apa hubungan politik dgn pendidikan ?”

mulai start dari kata politik itu sendiri, yakni berasal dari grec yg artinya adalah politis= la vie de la cité= organisation dans la vie= segala urusan yg menyangkut kehidupan= orang yg terjun dlm dunia urusan kehidupan dlm negara. apakah politik ada hubungannya dgn dunia pendidikan ?ingat kisah bulan april lalu di perancis, si Sarkozy ditanya oleh 5 kepala;  penyiar/jurnalist /majalah terkemuka di perancisnya (salah satu pembawa acara ‘ C dans l’air’ oleh Yves Calvi  pujaanku). Aku selipkan diattachement di majalah le point, salah satu majalah yg paling bergengsi di perancisya (itu yg ceritanya pang rumitnya.), betapa Sarkozy menjawab semua pertanyaannya dan berusaha mengelik setiap kelemahan yg ia punyai .Terus terang dia emang pembicara yg handal. Itu yg aku suka di perancis punya, tuk menjadi seorang presiden haruslah orang yg pandai sekali bicara. tidak seperti amrik punya (terus terang aku tidak rasis pada amrik tapi aku tak suka pemerintahannya, apalagi dari keluarganya bush dan gangnya). Di sana pakai juru bicara; bukankah indonesia cetakan amrik punya. Lihat aja kalu ada masalah apa apa,itu si mararangin yg ngomong, presidennya mana? nyumput ? ndak punya nyali kasarnya.  Setahun memerintah si Sarkozy udah di tanya program yg ia janjikan itu mana, dan dia yg menjawab sendiri. Benar benar si presidennya di letakan sosok yg kudu bertanggung jawab. Bukan Sarkozynya lho tapi sistemnya, dan disini tiap th sang presiden ditanya dan dimintak pertanggung jawabannya hingga akhir th pemerintahannya…

Read the rest of this entry »

BERJUANG hanya untuk yang punya NYALI by YANLI - DS

June 23rd, 2008 by shintamoeladi

Berikut adalah tulisan Yanli-DS yang dikirim pada hari Rabu, 18 Juni 2008. Yanli yang pada minggu itu sedang diwawancara oleh rekan-2 seangkatan mencoba menjawab pertanyaan Ira-TI mengenai isu going green yang sedang ramai dibicarakan.  Saya tidak melihat bahwa going green menjadi masalah yang bisa menjadi isu yang cukup besar bagi masyarakat kita . Tapi isu ini memang menjadi isu yang sangat mendunia, kesadaran akan lingkungan seolah menjadi trend setelah isu global warming menjadi isu yang dihembuskan oleh negara negara yang sebenarnya justru penyumbang karbon terbesar perkapita. Dan meletakkan seluruh kesalahan ini kepada negara negara ketiga dalam yang berada di ring khatulistiwa. Pertanyaan yang penting adalah sejauh mana kita dapat memanfaatkan isu ini untuk kepentingan kita.  GOING GREEN FOR GLOBAL MARKET Sepertinya saat ini kita tidak membahas bagaimana implementasinya kedalam lingkungan kita karena itu dapat kita laksanakan secara pribadi, tapi bagaimana kita mampu mempergunakan kesempatan ini sebagai peluang dalam melakukan terobosan mengembangkan pasar ekspor, Isu global warming mengakibatkan isu terhadap lingkungan semakin membahana, begitu pula dengan kesadaran akan produk produk green yang mengurangi dampak yang merusak lingkungan. Meningkatnya  kesadaran kepada produk produk home furnishing dan home accessories yang sustainable. Yang mempergunakan bahan bahan alam serta tidak banyak mengakibatkan dampak pada lingkungan, Naah kita punya banyak sumber – sumber material yang besar dan variatif . Material untuk produk produk tersebut  ada di negeri ini,  Sumber daya manusia cukup terampil dalam melakukan jenis pekerjaaan itupun pabalatak…., dan yang jelas industri ini benar benar menyerap tenaga kerja yang cukup besar, Tahukah anda IKEA membeli produk produk Home Furnishing dan Accessories mencapai US$ 50 juta dari negeri ini, dan mereka membeli hanya sebagai komoditi dan di jual di pasar global di pasar low – end market ( di pasar global berada di low – end ) tahukah anda berapa keuntungannya dari harga ex factory berbanding harga jual 1:5.  Teknologi yang dipakai pun bukan teknologi yang high-end  PASARNYA BESAAR BUNG!!! Kenapa kita tidak mencoba mengembangkan kluster industri ,  berkonsentrasi dulu pada kluster industri home furnishing dan home acessories ini .

Read the rest of this entry »

Sekolah Alam vs Sekolah Buatan

May 13th, 2008 by Perry Ismangil

Dari diskusi di milis itb89, kelihatan bahwa Sekolah Alam (SA) dianggap lebih baik dari sekolah non-alam atau saya sebut saja Sekolah Buatan (SB) — lawannya alam (nature) kan buatan (artificial). Sampai-sampai, kalau di daerah tempat tinggalnya tidak ada SA, ya dirikan saja sendiri. Salut! Saya sendiri tidak akan mampu begitu. Cuman bisa melihat daftar sekolah yang sudah ada, dan memilih dari situ.

Saya tidak pernah masuk SA. Tidak pernah juga lihat sendiri SA di Bandung, Jakarta, atau manapun. Anak-anak saya (saat ini umur 11 dan 5 tahun) juga sekolahnya di SB. Jadi pengetahuan saya tentang SA murni hanya dari cerita-cerita rekan ‘89 yang anaknya disekolahkan di SA. Saya juga bukan pakar pendidikan, hanya orang tua biasa lulusan ITB dengan gelar teknis, bukan keguruan (walaupun memang pernah beberapa tahun jadi dosen ITB).

Menurut saya, SA itu menjadi bagus bukan karena alamnya. Tapi lebih karena:

  • Mutu guru lebih bagus. Gaji kecil ternyata bukan masalah, yang lebih penting adalah proses pemilihan dan pelatihannya. Pelatihan juga bukan hanya di awal tapi terus menerus. Guru yang mutunya memburuk, segera diganti.
  • Kepala sekolah yang memimpin dengan baik. Menciptakan suasana yang menyenangkan bagi guru, siswa, dan orang tua.
  • Ukuran kelas lebih optimal. Bukan selalu lebih kecil (walaupun memang membantu), tapi cukup untuk terjadi interaksi yang bagus antara siswa dan guru serta antara para siswa sendiri.
  • Orang tua terlibat aktif. Dengan menyekolahkan anaknya di SA, atau bahkan sampai mendirikan SA sendiri, menunjukkan bahwa mereka ingin dan mampu untuk terlibat langsung dalam pendidikan anak.

Kalau ada SB yang menjalankan hal di atas, saya yakin hasilnya akan sama saja.

Jadi, untuk orang tua yang ingin bikin sekolah sendiri tapi tidak bisa bikin SA, bikin saja SB dengan mutu guru yang setinggi mungkin. Pasti hasilnya sama.

Percaya pada Mimpi

April 2nd, 2008 by Tedjakusuma

Sejauh mana kita percaya pada mimpi kita sendiri?  Apapun istilahnya, entah mimpi, imajinasi, angan-angan, visi, atau apapun, kita mungkin punya gambaran tentang masa depan kita.  Sejauh mana kita dipengaruhi oleh mimpi kita?  Apakah mimpi itu penting dalam hidup kita?  Setinggi apa kita boleh bermimpi?  Apakah kondisi kita sekarang membatasi mimpi kita? 

Barangkali mimpi, atau imajinasi, adalah salah satu karunia terbesar yang Allah berikan pada kita.  Berbagai penemuan manusia awalnya adalah mimpi atau imajinasi.  Perjalanan ke bulan, penemuan pesawat terbang, internet, telepon, radio, awalnya tentu sebuah imajinasi.  Kemudian dibuat konsep, dikerjakan siang malam selama bertahun-tahun, dan akhirnya terwujud.   

Buat saya pribadi sebagai seorang muslim, ada satu ayat dalam Al Qur’an yang sering menggugah fikiran saya berkaitan dengan mimpi ini, yakni surat Ar Rahman ayat 33.  ”Wahai golongan jin dan manusia!  Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah.  Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)”   Saya kira dengan ayat ini Allah menyuruh kita berfikir tentang hal-hal yang (kelihatannya) mustahil dicapai, pada saat diturunkannya ayat itu.  Dan sekarang terbukti, manusia mampu menembus batas-batas langit yang sebelumnya tak mampu ditembus.  Mampu mencapai bulan, Mars, mengorbitkan satelit, dll. 

Kemudian, apakah ada batasan bagi imajinasi?  Saya fikir, apakah kita nanti berhasil mencapai mimpi kita atau tidak, bukan itu hal yang terpenting.  Melainkan bahwa semangat menggapai mimpi itulah yang akan membangkitkan berbagai potensi dari dalam diri kita, memberi kita keberanian dalam mengambil resiko, mampu bangkit kembali setelah mengalami berbagai kegagalan, mau menerima kritik, mau mendengarkan cacian orang, dll. Dengan mimpi itulah kita belajar, menjelajah dunia, memperkaya diri dengan berbagai ilmu dan keterampilan, dll. 

Dan semoga, nanti di usia senja (apabila Allah memberi kita umur), kita akan bersyukur bahwa kita telah memberikan yang terbaik dalam hidup, telah berani berjuang, telah bergaul dengan sekian banyak orang, telah belajar sekian banyak pengetahuan.  Hal-hal itu mungkin sama berharganya -atau lebih berharga- daripada terwujudnya mimpi kita.  Tapi tetap saja mimpi itu akan menjadi obor penerang, api pembakar semangat kita dalam hidup.  Bahkan, kalaupun kita sudah meraih apa yang pernah kita impikan, janganlah berhenti bermimpi.  Mimpilah yang lebih tinggi lagi, lebih tinggi lagi.  Agar kita selalu bersemangat dalam hidup, bergembira, berfikir positif, dan yang terpenting: bersyukur atas segala nikmat-Nya.

Wallahu a’lam. 

Mimpi-mimpi 89 untuk Indonesia

March 26th, 2008 by Tedjakusuma


  1. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri (Panca-PL).
  2. Pelayanan kesehatan murah bagi seluruh rakyat Indonesia (Santo-GL)
  3. Indonesia menjadi negara terbaik di Asia dalam bidang kualitas lingkungan (Teddy-TL).
  4. Indonesia menjadi negara yang hutang luar negerinya terkecil di dunia (Deni-FI).
  5. Indonesia menjadi negara yang tingkat ekonomi rakyatnya paling merata di seluruh dunia (Deni-FI).
  6. Indonesia bisa mandiri dalam hal mengeksplorasi/mengelola/ memproduksi/memanfaatkan energi (MiGas, Geothermal, BioFuel, dlsb) (Yosef-TG)
  7. ITB 89 melahirkan pemimpin politik Indonesia (Ida-FI)
  8. Indonesia mempunyai sistem pendidikan yang maju dan menjadi salah satu barometer pendidikan di asia (atau dunia), dengan itb bisa menjadi lokomotif perguruan tinggi se-indonesia (Benny-TI)
  9. Pendidikan gratis utk seluruh rakyat Indonesia (Benny-TI)
  10. Indonesia memiliki Perusahaan-2 Nasional Berkelas Dunia yang betul-2 bebas dari politik sesaat penguasa & birokrasi kekuasaan, yang kuat dan disegani di dalam dan luar negara, berkiprah dengan menjunjung tinggi etika moral, bisnis, profesional dan teknikal, memiliki integritas demi kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyatnya (Yosef-TG)
  11. Indonesia tidak mengalami krisis pangan (masak sih negara agraris penduduknya kelaparan) (Tony-GL)
  12. Peningkatan keberpihakan negara dalam mensejahterakan rakyat di bidang pendidikan, kesehatan, tunjangan sosial (Arie-PL)
  13. Indonesia yang bisa jadi kebanggaan bangsa, perwujudan Pancasila yang ideal (Adi-TL)
  14. Indonesia dipimpin presiden yang berusia 40-an tahun (Jehan-AR)
  15. Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat dengan penduduk yang mampu merasa aman, makmur dan sejahtera secara merata di semua wilayahnya (Imam-GL).
  16. Kembali ke Pancasila dan UUD 45 (Asep-GL)
  17. Pemerintahan yang kuat yang di dukung rakyat bukan “partai politik” (Asep-GL)
  18. Penyederhanaan partai politik (Asep-GL)
  19. Militer profesional yang kuat untuk menjaga keamanan rakyat dan tanah air (Asep-GL)
  20. DPR yang sejahtera dan profesional di bidangnya, sehingga pada saat menyusun peraturan mengerti persoalan secara menyeluruh (jangan cuma sibuk menekan pemerintah atau BUMN tapi maaf ujung-ujungnya duit) (Asep-GL)
  21. Adanya kembali GBHN sebagai acuan teknis dalam pelaksanaan kebijakan pemerintahan supaya tujuan negara tercapai dan terarah. Juga sebagai alat pengontrolan DPR terhadap kinerja 5 tahun Presiden dalam pencapain tujuan negara tsb. Ini hal penting yang sekarang dilupakan sehingga arah kebijakan tidak jelas, berubah-ubah dan tanpa prioritas. (Asep-GL)
    (silakan diteruskan…)

Cinta, percaya diri, optimisme

March 25th, 2008 by Tedjakusuma

Cinta.  Ini yang dikatakan sebagian orang sebagai salah satu modal sukses dalam hidup.  Cinta pada pekerjaan, cinta keluarga, cinta lingkungan, cinta pada tempat kerja, dll.   Banyak dikatakan bahwa kerja keras-lah modal sukses.  Namun saya rasa kerja keras sulit dilakukan untuk sesuatu yang tidak kita cintai.  Kita perlu melakukan kerja dengan cinta, dan kita perlu mencintai pekerjaan kita.  Saya sendiri pernah menjalani waktu yang cukup lama di mana saya merasa kesulitan untuk bekerja keras, pada suatu pekerjaan yang memang kurang saya sukai.  Hal ini cukup membuat frustasi.  Ketika kita ingin menghasilkan suatu karya, dan kita berusaha untuk bekerja keras mendapatkan hasil itu, kurangnya minat atau kecintaan kita pada pekerjaan itu membuat kita melakukannya tanpa antuasiasme, tidak disertai joy (rasa senang).  Akhirnya, hasil yang kita dapatkan mungkin kurang memuaskan.

Saya kira, ada dua cara mendapatkan kecintaan pada pekerjaan.  Yang pertama adalah, mencari pekerjaan yang disukai.  Ini berpulang pada pribadi masing-masing.  Ada yang senang dengan pekerjaan seni, ada yang senang dengan pekerjaan keterampilan, sosial, mekanik, dll.  Cara yang kedua adalah, berusaha mencintai pekerjaan.  Ini kalau kita dikondisikan untuk menerima pekerjaan yang sebetulnya kurang kita sukai (misalnya karena dorongan ekonomi, atau tak ada pilihan lain, dll). Rasa cinta kita dapatkan dengan cara lebih mengenal pekerjaan tersebut, hal-hal yang menarik darinya, atau orang-orang yang kita sukai yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut, dll.  Hal ini bisa berhasil bisa tidak.  Kalau tidak berhasil, ya tidak ada salahnya untuk mencari pekerjaan lain yang lebih cocok.  Read the rest of this entry »

Sedikit Cerita Banjir

March 21st, 2008 by Landung

Tidak beda dengan Jakarta, sebenarnya Amerika sekarang juga dilanda banjir. Pusat banjirnya ada di negara bagian Missouri, di seputaran Ibu Kotanya St. Louis. Bedanya, kalau di Jakarta lebih banyak disebabkan oleh hujan dan banjir kiriman dari Bogor, kalau di Missouri disebabkan oleh luapan sungai.

Seperti kita pelajari di mata pelajaran IPU (Ilmu Pengetahuan Umum) di SD, kita mengenalnya Missisipi adalah sungai terbesar di Amerika, yang memanjang dari utara hinggi membuang airnya ke selatan ke teluk Meksiko. Sementara, ada lagi sungai Missouri yang biasanya dikenal sebagai anak sungai Missisipi. Lebih tepatnya sebenarnya, Sungai Missouri adalah sungai yang terpanjang dan Sungai Missisipi adalah yang terbesar debit airnya. Kedua sungai tersebut bertemu di utaranya St. Louis, tepatnya di perbatasan Negara Bagian Missouri dan Illionis.

Read the rest of this entry »

Whatever you think, think the opposite

March 21st, 2008 by Tedjakusuma

Ini adalah judul sebuah buku yang baru kubeli, karangan Paul Arden.  Ini buku yang lucu, tapi bagus menurutku.  Tentang bagaimana kita mengambil keputusan.  Biasanya kita mengambil keputusan dengan cara yang logis, sistematis, sesuai dengan common sense. 

Arden mengajak kita mengambil pendekatan baru, yakni untuk melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan.  Sepanjang kita tahu tujuan jangka panjang kita, ambillah keputusan yang menurut sebagian orang salah, tidak logis, tidak masuk akal.  Berani mengambil jalan yang tidak biasa, jalan yang aneh.  Karena, mengambil keputusan yang tidak biasa membuat kita berfikir dari sudut pandang dan paradigma yang sama sekali berbeda dengan orang lain, dan ujung-ujungnya menciptakan terobosan atau penemuan baru.  

Read the rest of this entry »

Derajat Manusia

March 19th, 2008 by Tedjakusuma

Bagaimana kita memandang derajat seorang manusia? Apakah dari kekayaannya, ataukah dari pangkatnya, atau jabatannya, atau kedudukan sosialnya di tengah masyarakat? Tanpa kita sadari, mungkin kita sering memandang derajat seseorang berdasarkan hal-hal di atas. Sering kita bersikap hormat pada orang yang tinggi jabatannya, atau tinggi pangkatnya, atau tinggi pendidikannya, sementara kepada orang yang rendah pendidikannya, kekurangan dalam segi ekonomi, atau tidak punya status sosial di masyarakat, kita bersikap kurang hormat.

Padahal, buat seorang muslim, ”Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa” (Q.S. 49:13) . Jadi ternyata Allah punya ukuran tersendiri tentang derajat kemuliaan seorang manusia. Dan apa yang dimaksud dengan takwa?

  • Shalat/ibadahnya tekun dan khusyu
  • Menjaga setiap janji dan amanat
  • Menjaga kehormatan diri
  • Akhlaknya baik terhadap semua orang- Banyak beramal saleh
  • Dll (hal-hal yang lebih berkaitan dengan nilai-2 spiritual)
  • Read the rest of this entry »

    Dunia di sekililing Monsanto

    March 15th, 2008 by madame X

    marie-monique-robin.jpgoleh Marie-Monique Robin
    (France, 2007, 1h48mn)
    Coproduction : ARTE France, Image et Compagnie, Productions Thalie, Office National du film du Canada, WDR
    pertanyaaan kenapa memfilmkan ttg Monsanto ?…
    selama 20 th saya tahu dan berusaha mencari di dunia ini dimanapun berada, saya mendengar perusahaan multinational amerika, dia itu  eksis tapi lebih dikonotasikan buruk. Saya mencari tahu selama beberapa bulan. Dimana akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa perusahan ini adalah perusahaan yg paling controversi dlm dunia industri krn mereka selalu menyembunyikan produk toxic dlm produksinya. Dan hari ini ? dia mengatakan kenyataaan sesungguhnya pada kita ttg OGM ? apakah kita bisa mempercayai bahwa biotechnologi dapat menyelesaikan problem kelaparan di dunia ini dan kontaminasi pada lingkungan?
    untuk menjawab pertanyaaan tsb, saya langsung terjun kelapangananya Monsanto dan bertemu dgn beberapa saksi yg tahu kebenaran asli dari Monsanto tsb. Dan saya yakin hari ini kita tidak harus membiarkan perusahaan eksis  hingga mencapai kepuncaknya memenuhi kebutuhan makanan kita didunia ini. O
    leh Marie-Monique Robin - Réalisatrice dan penulis (21 janvier 2007)Marie-Monique Robin  adalah juga penulis buku yg berjudul « Le Monde selon Monsanto. De la dioxine aux OGM, une entreprise qui vous veut du bien -Dunia di sekiling Monsanto. Dioxine di OGM , sebuah perusahaan yg menginginkan kita tuk menjadi lebih baik». Kata pendahuluan oleh Nicolas Hulot. Editions La découverte/ ARTE Edition.
    « saya tidak pernah melihat sebuah societe yg bergitu berpengaruh hingga akhir dan mempunyai tingkat yg sangat tinggi otoritasnya pada pemerintahan kecuali Monsanto dgn OGMnya » (kata Jeremy Rifkin, sang penemu pertama OGM). Monsanto, Mulitnational amerika yg berdiri th  1901 di  Saint-Louis, di  Missouri, pertama adalah specialis dlm bidang bahan kimia, dan menjadi pertama dlm sejarah di abad kedua puluh yg memimpin dlm bidang biotechnologie, special dlm dunia organismes génétiquement modifiés (OGM). Dia telah membuat 90 % maïs/jagung , soja/kedelei , colza, dan  coton transgénic di kultives seluruh dunia dimuka bumi ini. Mulai dari kesuksesan mereka pada produk bernama « RoundUp » sebuah produk herbicide total (biodegradable) yg mulai pada th 1974, produk chimic ini digunakan tuk menangkal dari insek/hama dan penyakit pada tumbuh-tumbuhan. Produk ini juga adalah dasar dari produknya dari Agent Orange yg digunakan pada tentara amerika tuk menyerang vietnam, PCB produk kimia tuk menghasilkan piranti elctronik (pyralene ini dilarang keras di Perancis th 1980), hormon doping - meningkatkan  tuk sapi penghasil susu hingga 20 % (di Eropa dan di Canada ini dilarang keras).  Monsanto adalah perusahaan yg paling kontroversi dlm dunia industri.

    Versi Greenpeace:ogm1.jpgOGM kontaminasi yg tak terlihat; merekalah yg menghancurkan dunia saat ini. Monsanto, Bayer, syngenta..adalah perusahaan multinational yg mengontroli alimentation kita. OGM telah ditanami hampir 46 negara, Monsanto adalah aktor utama 90% dari tanaman OGM yg ditanami diseluruh dunia. sejak berdirinya Monsanto, dia membuat banyak sekali scandal disebabkan racun dlm produksi mereka; pyralène, agen orange diperang vietnam, hormon peningkat susu pada sapi perah yg dilarang keras di eropa.simak versi OGM pihak Monsanto dana Greenpeace:

    • OGM tidaklah berbahaya pada kesehatan kita - (Monstanto)
    • salah! industri biokimia tidak mau tahu; akibatnya di USA, tanah terpilihnya OGM, tak ada satupun sistem tracking/yg menyelidikinya; tidak mungkin untuk mengetahui siapa yg memakan OGM dana tidak, yg mempelajari akibat dari mengkonsumsikan produk transgenic. padahal dlm study yg independance mengungkapkan adanya resiko besar pada kesehatan. dari hasil penelitian tikus yg memakan produk dgn MON863 diperlihatkan adanya jumlah yg banyak kelainan; yakin adanya peningkatan glycémie, pengurangan hemoglobine, pengrusakan jaringana pada ginjal dan hati . - (Greenpeace)
    • OGM memungkinkan untuk menyelesaikan masalah prbolem kelaparan dan kemiskinana dunia - (Monsanto)
    • salah! Avril 2008, para pakar PBB secara formal mneyatakan bahwa tanaman OGM tidaklah merupakan solusi dlm memecahkan masalah kemiskinana dana kelaparan dunia ini. yg kenyataannya, ini adalah sebuah permianan politik & ekonomi: “planet ini menghasilkan cukup alimentation tuk semua penghuninya dgn layak” ungkap jacques DIOUF, direktur general FAO(Food Agriculture Organisatio)- (Greenpeace)
    • Jalur OGM dan non OGM dpt dilihat jelas impermeable terpisah. - (Monsanto)
    • salah!kultur transgenic ditengah alam terbuka mengkontaminasi secara tak terhindari semua kultur liannya(traditional & bio). Bukti ;di perancis dgn kurang dari 1% kultur OGM th 2007, kita sudah mempunyai banyak sekali korban kontaminasi. dan bisa dibayangkan tuk mereka yg menanam secara besar besaran, kita tak bisa lagi memilih antara OGM dan non OGM. - (Greenpeace)
    • Penyebaran OGM di alam nature dpt dikontroli. (Monsanto)
    • salah! penyebaran ini tergantugn oleh faktor yg tidak mungkin kita kontroli: bagaiaman kita dpt mengontrol angin, lebah lebah, air yg mengalir dlm sebuah ladang? - (Greenpeace)
    • Manusia sealu memodifikasikan genetik dari tanaman . OGM memperkenalkan dlm jalur tradisi tsb untuk penambahan & peningkatana kualitas jenis specien tanaman. - (Monsanto)
    • salah! Hati hati : penyilangan/pencongkakan 2 varietas bunga rose tuk peningkatan kualitas parfum mereka. Sedangkan jika membuat species jagung dimana menghasilkan jenis yg anti insectisida tertentu, itu hal yg berbeda. yg kedua ini, kita masuk kedalam genetik dari tanaman, binatang/bakteri. Kita memanipulasikan ADN sang inti dari sel. kita mengkombinasikan genetik asal menghasilkann yg sangat berbeda ( sebuah genetik dari binatang ada dlm ADN tanaman). OGM tidak memperkenalkan dlm satu tradisi/metoda  pun & merupakan putusnya teknology yg akibatnya tidak dpt diperhitungkan. - (Greepeace)
    • dgn OGM, para petani menggunakan lebhi sedikit pestisida. (Monstanto)
    • salah! di Argentina dana USA , kuantitas pestisida yg digunakana malah bertambah sejak membangun kutrue transgenic ini. dl mayoritas pendapat mereka; OGM membuahkan benih yg resistance pada sebuah herbicida. tuk tanaman yg tidak termodifikasi, tidak akan tumbuh jika tidak diberi herbicida. sedang tanaman yg resistance herbicida(OGM ini) , akan tumbuh dgn subur jika memakai herbisida ini…hasil final, banyak omset plus malah! (produk bibit OGM dan herbisida/pestisida yg hanya dijual oleh Monsanto..inilah monopoli). -(Greenpeace)
    • OGM membuahkan peningkatan produksi. (Monsanto)
    • salah! dgn mengandung benih yg resistance pd herbisida/pestisida mereka, tidak untuk meningkatkan produksi. dimana kedelei merek ‘RR’ Monsanto menghasilakn produksi dibawah 5 sampai 15% dari hasil varietas kedelei traditional. - (Greenpeace)
    • Menolak OGM, berarti menentang perkembangan tehnologi science dan kesehatan. (Monsanto)
    • salah! Greenpeace tidak menolak OGM jikalau mereka menanam dl lingkungana tertutup (rumah kaca / dlm labo). tetapi geenpeace menolak penyebaran OGM dlm nature , krn  kami tidak bisa membayangkan akibat efek nya dlm jangka panjang pd lingkungan dna kesehatan. jauh dari mealwan kemajuan penelitian, malah kami membantu science dan penelitian publik untuk membangun sebuah pertanian yg respek pd lingkungan. - (greenpeace) ogm2.jpg

    bersambung